catatan

Bukan Kopi Obatnya

Ada tertulis pada dinding di kedai kopi anyaran dekat stasiun kereta Kota Udang dan Bandeng. Kira-kira begini tulisnya: “Kita adalah jiwa-jiwa yang kedinginan, sampai kopi datang untuk menghangatkannya.”

Sungguh pernyataan itu bisa ditanyakan ulang: bagaimana mungkin jiwa yang kedinginan bisa dihangatkan dengan kopi? Itupun kalau kopinya nggak dingin. Kalau sudah begitu, jawabannya jelas: tidak mungkin bisa. Continue reading

Standard