catatan

Gombal Elegan

Malam ini kukatakan padamu kalau seharian ini kita jarang ngomong. Enak. Akibatnya, rindu terpantik. Aku bilang lagi kalau merindumu. Kamu meringis.

Aku jadi kepikiran, bagaimana kalau kita sekali-kali sengaja memadu jarak dan kegiatan–bukan untuk lupa dan keterusan–hanya sekadar menumpuk kangen (satu sama lain). Dari sana akan timbul hasrat dan antusiasme yang hakiki (mungkin). “Kebelet ketemu cuk!” bayangku.

Tapi aku tak bisa mengusir satu sudut pandang lagi. Mungkin–ini baru barangkali–kalau kita sedang jauh secara letak geografis, ada baiknya kita saling jaga kebutuhan. Maksudnya? Lanjutkan membaca

Standard