catatan

David yang Se-David-Davidnya

Semasa TK dan SD cukup sering saya bertanya-tanya, “Mengapa Tuhan menciptakan David sebagai adik saya?” Pertanyaan macam ini selalu muncul ketika saya usai bertengkar dengan David (entah apapun pemicunya), yang akhirnya diakhiri dengan leraian Mbak Siti. Pertengkaran bisa juga kami selesaikan sendiri, namun hampir semuanya saya akhiri dengan tangisan, sedangkan David memilih untuk diam atau menggoda saya agar menangis lebih kencang. Continue reading

Standard