catatan

Bahasa Kelamin

Jangan biasakan menyebut “anu” sebagai istilah pengganti alat kelaminmu — alat kelamin kita. Memperhalus yang tidak pernah kasar, itu pekerjaan yang tak perlu.

Tapi mengapa orang tetap berupaya memperhalus pengucapan macam “vagina”, “penis” dan semacamnya? Tak lain karena pikiran mereka sendiri sudah kasar, ngeres, porno, kotor, tak pernah bersih — tapi ngakunya bersih, tak kotor, santun, tahu tata krama, tidak kasar! (Tahek!) Kalau orang sedari awal punya pikiran kasar, maka alat kelamin atau bahasa sehalus apapun, ya tetap dibilang kasar — ngeres. Lebih baik disensor saja, katanya. Padahal kalau kita mau berkelana lebih jauh dengan otak kita, akan timbul pertanyaan: apa kasarnya pengucapan “penis”, “vagina”, dan seterusnya? Jawabannya, ra ono!

Tapi orang memang betah berlama-lama dengan kebodohannya. Istilah-istilah di atas itu tetap diberi istilah pengganti, yang menurut mereka, lebih halus. Makin ditutup-tutupi. Buram. Kabur. Tidak jelas. Menyebabkan gagal paham. Yang halus tampak kasar. Yang kasar tampak halus.

Kasar atau halus, orang mengaitkannya dengan norma dan etika — yang seolah kebal dipertanyakan untuk kali berikutnya. Maka kita mengenal bahwa yang normatif dan etis adalah mereka yang santun, tidak porno, tidak ngeres, mengucapkan “burung” untuk mengganti “kontol”, dan sejenisnya. Dan sejak kecil sudah diajari buat jadi orang yang normatif dan etis, tanpa peduli untuk meninjaunya ulang — terjebak “pokok’e ngene sing bener”. Tak lagi bebas. Dipenjara budi pekerti luhur.

Kalau manusia sudah dipenjara budi pekerti luhur yang serba normatif dan etis, maka bicara soal kelamin pun ada aturan mainnya. Padahal, bicara tentang kelamin ya tinggal bicara saja. Kalau namanya “vagina” ya jangan merepotkan diri dengan mengganti “Mrs. V” — atau sebaliknya.

Lebih dari itu, kelamin memang enaknya tidak dibicarakan — abaikan tulisan ini. Ada saatnya kita berhenti bicara, berdua, dan berkelamin ria yang rasanya tiada dua! Cuma satu tapi tiga: halus-kasar-uenak!

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *