puisi

Begadang

Bakat itu turun dari Bapaknya
yang betah di depan laptop, mengerjakan apa saja
Bakat itu rupanya tetesan kebiasaan Ibunya
yang gemar melototin rapor “anak bermasalah” di sekolahnya
“Gak ngantuk?” tanya Bapaknya
“Belum. (Bukannya ini contoh buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya?)”
Ia menyimpannya dalam hati
dan memilih lapang saja menerima bakat
yang lebih serupa kutukan

Salatiga, 26 Mei 2015

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *