puisi

Berdua Saja

Aku amat suka dengan senja
Namun jika dibandingkan dengan dirimu, kamu masihlah yang utama
Sederhana saja, di depan Posnet, aku hanya ingin kita bercengkerama
Seperti pasangan yang sedang memadu kasih, ayo bertemu muka, bertatap mata, berbagi semesta

Salatiga, 29 Oktober 2014

***

Catatan rasa: Tulisan di atas ditulis oleh dua tangan berbeda. Barisan kalimat ganjil, saya. Genap, Indrika. Mulanya kami hanya bermain kata. Ketika Indrika menyebutkan “senja”, saya kudu merangkai kalimat yang tidak lari dari kata “senja”. Berlaku sebaliknya. Begitu seterusnya. Selain itu, judul dibuat untuk kemudahan penyebutan nama karya. Bukan seiya sekata dari berdua.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *