puisi

Bergerilya Dalam Indra

Lihat sekelilingmu. Tak sejumput jiwa saja yang terhanyut olehmu. Banyak menyeruak.

Dengar sekelilingmu. Tak seonggok daging saja yang terenyuh dengan pilihanmu. Banyak membludak.

Rasakan sekelilingmu. Tidak, aku salah. Tak semestinya kau begitu peduli dengan perasaan tiap dari mereka yang memburumu. Banyaklah membentak.

Melihat, mendengar, merasakan latarmu, kini menjadi bagian dari gerilyaku.

Selamat Pagi.

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *