puisi

Dengar

Pria paruh baya,
jemarinya menari di gitar tua
Lantas kelima indera kami
Jatuh cinta pada harmoni

Coto kian nikmat
Damai merajut hingga tengkuk
dan belikat.

Receh dan uang kertas yang ia perlu.
Lebih dari itu, pria itu butuh didengarkan
Manusia mana yang tak
ingin didengar?

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *