puisi

Dirimu dan Sihir Penyusup

Jika benar sihir hanya untuk kaum manusia
yang bersekutu dengan jin, malaikat, atau setan,
lalu mengapa kini aku mencintaimu?
Padahal aku sama sekali tak bersekutu dengan mereka.

Aku meyakini bahwa cinta ialah sihir — dan namamu adalah mantranya.
Sampai beku, aku tetap merapalkan dirimu — meskipun juga harus mati malu.

Tunjukkan padaku,
kesaktian manakah yang dapat mengalahkan magisnya cinta?

Tenang, aku tidak kesusu.

Tapi kau tak bisa terus-terusan tenang,
karena sihir itu seperti penyusup
yang cekatan mengisi bilik-bilikmu
Jantungmu akan copot,
tapi tidak akan mati.
Ya sihir, ya, karena sihir.

Standard

2 komentar pada “Dirimu dan Sihir Penyusup

Tinggalkan Balasan ke Arya Adikristya Nonoputra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *