puisi

Dua Wanita Cantiknya Bukan Main

Dua wanita cantiknya bukan main

Bulu matanya dipasang lentik

Ekor matanya mengikat mata lelaki – termasuk aku

Aku tertarik mengamati keduanya

Saling lirik, beradu rupa dan molek

Dagu mereka menyamai menara Babel

Seakan meruntuhkan semua kecantikan semesta

Dengki merajai hati, lalu mendesis: “kalahkan kecantikannya.”

Tangan mereka cepat-cepat merogoh peralatan sakral

Lalu menaburnya di beranda rupa

Bulu mata mereka kian lentik

Ekor mata mereka kian mengikat mata lelaki,

Tapi mereka tak lagi jatuh kagum, tapi berjatuhan jijik – termasuk aku

Salatiga, 19 Juni 2014

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *