puisi

Fasik

tak bisa kukubur kangen ini
buat apa juga kututup-tutupi?

kangen ini tak dangkal
maka tak perlu disangkal

sepulas apapun tidurmu, ‘kan kuusik
mungkin ini wujud kangen berkelakuan fasik

kutilik lagi kangenku pada Indri,
dan bertanya sendiri: “Apa benar kangen harus seegois ini?”

Salatiga, 22 Juni 2015

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *