puisi

Ia Menyapa Migrainku

“Halo…”, suaranya menyeruak dari jarak dua meter tempatku berada. Tak hanya suaranya, warna bajunya yang ia kenakan mencolok mataku. Merah basah.
“…”, aku tetap hening dan dingin, lalu jingkrak-jingkrak disertai sumringah terlebar di hari ini. Aku meleleh dan bersorak kegirangan.
Kali ini bukan dua kepal tangan kami yang saling berhantaman lembut, namun tercipta genggaman sepersekian detik yang cukup melumpuhkan migrain yang aku derita seharian ini. Biarpun hanya sekadar saling bertegur sapa.
Aku mengenali perasaan ini. Sudah cukup lama terkubur kesepian dan kini ia mengusik sepi itu. Memang rancu sesaat tetapi tetap saja nikmat.
Standard

2 thoughts on “Ia Menyapa Migrainku

Tinggalkan Balasan ke Arya Adikristya Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *