puisi

Jejak Sajak

Pagi ini
kreatifitas mengalir santai
Setelah semalam suntuk
membaca karya puisi
hasil otak atik jiwa Wiji Thukul
Aku jadi sedikit menyeringai
menyadari bahwa sajak
tak harus berestetika dan rapi
Bebas!

Yang penting pesannya ditangkap
bukan bermaksud seperti perangkap
yang selalu mangap
dicekoki apa saja ya dilahap

Lalu aku juga menyadari
bahwa sajak juga butuh sentuhan jejak
jejak yang di kemudian hari
dapat dipelajari insani
Bebas!

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *