puisi

Kangen Su!

Dari kamar mandi serba biru,
pada suatu siang di bulan jelang tahun baru,
aku samar-samar mendengar suatu lagu
yang lariknya mewakili suaramu.

Tidak macam-macam,
ingatnya cuma satu macam: dirimu.

Dari situ aku tahu,
bukan hanya rerintik hujan saja yang menimbulkan kenangan dan rindu,
tapi juga air kobokan saat mencuci baju.
Ajaibnya, aku menemukanmu di air kobokan itu,
tepat beberapa hari
setelah aku bersua dengan tangan Tuhan di tempat yang sama: ember air kobokan.

Kukibaskan kedua tangan
membuang buliran air aroma khas sabun.
Mana hapeku su?!

Sidoarjo, 27 Desember 2014.

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *