puisi

Ketika Malam Menegur

Mata mulai mengabur dan ocehanku mulai ngelantur.

Badan sudah serasa hancur karena sudah seharian bertempur.

Lidah tak lagi lentur dan dunia bawah sadar mulai menegur.

Ditambah dinginnya malam yang selalu jujur tanpa takut ajur.

Kututup pintu yang berjam-jam menganggur.

Lalu merebahkan badan pada tempat kesayangan: kasur.

Kali ini teringat pesan bapak ibu akan jam malam yang harus diatur.

Selamat malam, selamat tidur. Aku siap mendengkur.

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *