puisi

Klementinara Tengaran

Malam ini kulihat
Dua teman yang melompat dari rombongan
Mereka keluar dari jeruji
Bersorak sampai habis suara
Tapi lagu mereka tak pernah habis
Daun bergesekkan
Angin mendesis
Hati mereka merapal mantra cinta
Di bawah payung purnama pudar
Satu lagi kawan datang
Ia membawa gitar
Jemarinya lihai membisikkan nada
Membingkai romansa malam bersama aroma sehabis hujan
Satu kawan lagi datang
Ia membawa kopi susu
Duduk dalam nikmat
Tenggelam ke palung pekat
Badannya bergoyang bersama ketiga kawannya itu
Sementara aku?
Merenda klementinara yang melingkari kami
Dan menuliskannya

Tengaran
17 Mei 2014

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *