catatan

Paradoks Hahaha

Makin ke sini, hidup makin kelihatan paradoksnya – tidak cuma hitam-putih dan benar-salah. Ia abu-abu, mejikuhibiniu, ambigu, tidak pasti tapi mewujudnyata setiap waktu.

Paradoks itu seperti beberapa ungkapan ini: Continue reading

Standard
jurnalistik

Tjin(t)a, Cin(t)a, Chin(t)a

Ada banyak orang di jaman kini yang terlalu sibuk mempelajari berbagai bahasa asing yang dikira keren dan lebih mendunia. Sebagian ada yang sudah diajarkan sejak belia, sebagian harus keluar biaya untuk menempuh kursus, namun ada juga yang saking tidak punya duit–akhirnya mereka belajar menjadi otodidak abadi. Mulai dari bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Spanyol, Portugis, hingga bahasa Mandarin (kelas 1 hingga 3 SD saya sempat belajar bahasa ini di sekolah), asal bahasa asing itu sesuai dengan kebutuhan, pokok dipelajari. Saya termasuk salah satu korban bahasa Inggris.
Continue reading

Standard