cerpen

Foto Keempat

“Lihat saja. Siapa tahu setahun lagi, Haris menggandeng Miranda. Aku akan jadi orang pertama yang tertawa paling kencang!” canda Adit diikuti gelak tawa seisi ruangan.

“Tapi jika memang Haris takdirku, aku bisa berbuat apa?” jawab Miranda tenang, namun ia membatin. Bagaimana jika itu benar?

Haris hanya sumringah dan mengangguk beberapa kali. Seolah ia mengiyakan Adit.
Lanjutkan membaca

Standard