cerpen

Foto Keempat

“Lihat saja. Siapa tahu setahun lagi, Haris menggandeng Miranda. Aku akan jadi orang pertama yang tertawa paling kencang!” canda Adit diikuti gelak tawa seisi ruangan.

“Tapi jika memang Haris takdirku, aku bisa berbuat apa?” jawab Miranda tenang, namun ia membatin. Bagaimana jika itu benar?

Haris hanya sumringah dan mengangguk beberapa kali. Seolah ia mengiyakan Adit.
Continue reading

Standard
jurnalistik

Tulisan Saya Masuk SAYA Magazine

TitipInilah resensi filem pertama saya. Ini pertama kalinya juga tulisan saya dimuat majalah psikologis dan lifestyle asal Makassar, SAYA Magazine. Sudah cukup lama saya ingin mendapat honor dari tulisan sendiri, tapi baru keturutan sekarang.
Continue reading

Standard