jurnalistik

Meraba-raba Penggusuran di Jakarta

Jika bukan pemerintah, dapatkah anda menggusur rumah orang lain? Jawabannya: bisa saja.

Pada Tropico, anda bisa meratakan pemukiman warga dalam hitungan detik. Tropico adalah permainan komputer simulasi manajemen negara, tata kelola kota, lengkap dengan fitur politik ideologis dan praktis. Sedari pertama main, pemain sudah jadi pemimpin yang disodori tumpukan agenda pembangunan.

Namanya juga simulasi, tentu ada penyederhanaan dari “yang nyata” menjadi “yang maya”. Continue reading

Standard
jurnalistik

Telanjangi Diri Dari Jas Almamater

Akhir Agustus 2014, ada diskusi kecil-kecilan di grup Blackberry Messenger (BBM) Scientiarum. Topiknya klasik, alumni bertanya mengenai perkembangan SA (Scientiarum – red) pada pengurus sekarang. Lantas saya jawab kalau SA dalam waktu dekat ini, mau cetak koran dan majalah (seperti dulu lagi). Maklum, sudah empat tahun penerbitan cetak SA mati suri.

Satu jawaban, langsung diikuti dengan tanggapan dari alumni lain yang tergabung di grup. Ada yang menjawab tidak usah cetak koran – fokus pada jurnalistik dengan medium situs web saja. Lebih ekonomis, katanya. Kacamata lain bilang, SA harus tahu Continue reading

Standard
catatan

Sejarah Berdarah

Mengapa sejarah harus dijaga sedemikian rupa, sehingga didirikan museum lengkap dengan koleksi yang tiada duanya? Jika koleksinya berbentuk buku atau manuskrip yang umurnya ribuan tahun, mau dikemanakan semua catatan tua itu? Diarsipkan di perpustakaan? Lalu, jika wujudnya artefak atau arca-arca kuno, museum seperti apa yang cocok untuk menampung saksi-saksi bisu yang kian digerus waktu? Mengapa juga kita perlu belajar sejarah?

Continue reading

Standard
jurnalistik

Tjin(t)a, Cin(t)a, Chin(t)a

Ada banyak orang di jaman kini yang terlalu sibuk mempelajari berbagai bahasa asing yang dikira keren dan lebih mendunia. Sebagian ada yang sudah diajarkan sejak belia, sebagian harus keluar biaya untuk menempuh kursus, namun ada juga yang saking tidak punya duit–akhirnya mereka belajar menjadi otodidak abadi. Mulai dari bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Spanyol, Portugis, hingga bahasa Mandarin (kelas 1 hingga 3 SD saya sempat belajar bahasa ini di sekolah), asal bahasa asing itu sesuai dengan kebutuhan, pokok dipelajari. Saya termasuk salah satu korban bahasa Inggris.
Continue reading

Standard