catatan

Sejarah Berdarah

Mengapa sejarah harus dijaga sedemikian rupa, sehingga didirikan museum lengkap dengan koleksi yang tiada duanya? Jika koleksinya berbentuk buku atau manuskrip yang umurnya ribuan tahun, mau dikemanakan semua catatan tua itu? Diarsipkan di perpustakaan? Lalu, jika wujudnya artefak atau arca-arca kuno, museum seperti apa yang cocok untuk menampung saksi-saksi bisu yang kian digerus waktu? Mengapa juga kita perlu belajar sejarah?

Lanjutkan membaca

Standard
jurnalistik

Jas Merah Pudar

Guru mata pelajaran Sejarah saya waktu di bangku SMP namanya Ketut (asli orang Bali). Seringkali di kesempatan-kesempatan yang ada, saya dan teman-teman suka mem-pleset-kan namanya jadi kentut. Padahal kalau di kelas, saya ini justru lebih rajin kentut ketimbang pak Ketut.

Hingga suatu waktu saya Lanjutkan membaca

Standard