puisi

Luap

Aku memimpikan dirimu
Bertemu di dalam kalbu
Hanya ada kisah mengharu biru

Ketika pilu membelenggumu
Kutanyakan pada dirimu,
“Kenapa kamu?”

Dirimu membisu, hening mengabu-abu
Diriku semakin kacau balau galau
Rasanya tak ada cintamu di ruang rindu itu

Kubuka diriku
Kau menghampiriku
lalu menangis di pundakku, kupeluk sayang dirimu

Dari sana aku tersadar bahwa ada cintamu, untukku
Itu mimpiku beberapa malam yang lalu, biarkan realitaku mengindahkanku

(Salinan puisiku ketika aku masih mencintaimu, yang tertulis pada lembar soal ulangan Matematika tanggal 18 Mei 2012 lalu)

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *