puisi

Mantai

rindu ini kencur
tapi berpasak jagur
ingin segera dilebur
di mana serdadu ombak mendebur

aku tak melantur
ini bisingnya jujur
aku ditekuk penat, nyaris ajur
gegara tak kunjung tamasya ke pantai dan di bawah janur siang, kita tertidur

Salatiga, 4 April 2015

Standard

2 komentar pada “Mantai

  1. Favian Reyhanif says:

    merasa letih serta pilu ketika melihat puisimu disertakan dengan kehangatan buah pikiran, :’)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *