puisi

Mayat Berjalan

Ia berjalan di bawah
payung bertingkat: matahari dan buku tebal
Putih bedak di muka,
kuning langsatnya hilang rona

Tali pocongnya menggelantung
seperti ekor kuda
Pipinya cembung membukit
Bibirnya dipaksa merah
Namun tetap ayu
Karena dia di garis manusia berjurang

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *