puisi

Penuh Apa

Ketika matahari tepat di atas kepala,
kami berdua menjadi pencuri.
Penuh apa, ekor mata bergerak
kanan-kiri.
Curi jawab.
Curi Mata.
Curi energi.
Tangan menjabat, sama-sama dapat gigi manis pekat
Tujuh warna terbaik mengalung di kepala perhatian
Sepanjang buncit Ibu hamil,
kami adalah teman.
Malam ini saja kami retak,
seolah dari bukan siapa-siapa
kembali lagi menjadi bukan siapa-siapa.

SA, 19 September 2014

Standard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *