puisi

Prolog Juni

Jangan seperti batu,
karena ia temannya debu
Jangan seperti minyak,
disulut seperempat jerit, mudah saja terbakar
Jadilah malam siap tuang,
sedangkan prosa ini kan jadi tungku panasnya
Biarkan aku membatik pada berandamu,
agar bilik-bilik polos itu tak hanya jadi nikmatmu
Biarkan pesan singkat ini merampas perhatianmu dan mengusik ekor matamu,
agar kau melirik, mendelik, hingga akhirnya tertarik — kepadaku.
Biarkan larik ini hinggap di keningmu,
agar suatu saat kau dicokok rasa ingin tahu yang menggebu
Sejumput pun namamu tak lenyap dari sukmaku
Kapan bibir kita bertemu di waktu dan kesempatan yang beranak-pinak?

Salatiga
Prolog Juni 2014

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *