puisi

Seduhan Pertama

Karena cinta selalu baru, kau mewujudkan diri tanpa secuil rasa khawatir layu.
Karena langit tak selalu biru, terkadang  hati yang merah  sesekali pernah membiru.
Yang penting kita tahu, kalau kau dan aku telah saling tahu.
Tahu perasaan mana saja yang harus diseduh, agar teduh.
Menjauh hanya akan memperkeruh yang titik-titik bening.
Sudah kubilang, aku hanya ingin melempar sauh, berlabuh, dalam teduh.
Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *