puisi

Semut

Satu datang,
tindas setara lantai – sengaja.
Satu datang menuju guguran remah roti, injak setara tiada – sengaja.
Satu datang hendak memungut bulir nasi tak terurus, atau bangkai kecoak dan cecak,
sapu memangkas jarak – sengaja mendepak.

Satu saja dianggap gangguan.
Berkoloni dianggap ancaman.
Semut datang membawa niat mengurus terlantarnya sisa makanan,
manusia datang nenteng-nenteng kapur ajaib dan semprotan!
Apalah arti hidup seekor semut di mata seorang manusia? Hah?!

Standard

One thought on “Semut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *