puisi

Tamasya Berdua

Maaf car,
aku belum bisa mengajakmu jalan jauh,
seperti mereka di luar sana.
Tapi sungguh, kita tak perlu seperti mereka.
Biar mereka.
Biar kita.
Kau tahu sendiri,
kendalaku pada biaya.
Motor sendiri tak punya.
Apalagi sewa, yang tak kecil ongkosnya.
Pinjam kendaraan teman (lagi dan lagi),
juga beban moralnya pasti ada.
Naik angkutan umum memang bisa jadi pemecah kendala,
tapi sementara,
aku harus menghitung rupiah ekstra ketat dari biasanya–lantaran sebulan yang lalu kuputuskan masuk kos lagi. (Biaya hidup ini bertambah lagi.)
Sebentar ini,
tinimbang tamasya,
mending buat makanku, sesekali traktir kau makan, dan macam kebutuhan lainnya dulu na.
Karena nilai dan guna, mereka yang terutama.
Pun, aku tak menyetarakan tamasya dengan hal tak berguna.
Car, itu mengapa,
aku jarang menggagas tempat bagi kita tamasya.
(Bukan berarti surut niatku mengajakmu keluar kota! Kuharap kau juga tidak surut begitu saja!)

Car, aku ini manusia–apalagi muda,
yang tak luput dari bosan, bosan, bosan.
Aku juga perlu tamasya.
Panca inderaku perlu berkelana.
Dan kau juga.
Karena kita kini bersama: kita, tepatnya.
Aku setuju,
sesekali memang kita perlu angkat kaki,
dari kota menuju kota lain.
Dari kaki gunung ke bibir pantai,
dari kaki gunung ke gardu pandang dekat Merapi,
dari kaki gunung ke punggung (atau puncak!) gunung.
Kau setuju?

Car, nampaknya kakiku cuma ada dua.
Tapi sejatinya ada empat.
Tidak ada bagasi berat yang mengikat juga.
Aku bisa jalan jauh ke mana saja.
Dan aku masih kagum padamu karena meski harus jalan jauh, kau pun tak apa. (aku maha sok tahu!)
Sementara ini, aku suka mengajak jiwamu bertamasya.
Lewat obrolan sepele kita.
Lewat obrolan serius antara mataku dengan matamu.
Lewat gojek dan saling ejek.
Lewat kesal dan maaf karena menyesal.
Atau lewat puisi-puisi kecilku (seperti yang satu ini, mengajakmu kritis!).

Car, jika semua sudah siap,
ayo merapat.
Lalu kita saling menyangkutkan bibir.
Lewat sana, segera kita rencanakan tamasya untuk berdua!

Salatiga, 12 Februari 2015

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *