puisi

Wanita Tanpa Judul

Bagaimana aku bisa menjamin?
Makani perut saja ruwet
Terlebih perutmu – perut kita
Aku tertarik padamu,
Hidupku masih tak enak?
Juga tidak mau sok
Apalagi munafik – mari kita tampik
Cinta tak hanya soal rasa
Ia butuh materi
Karena dunia ini sesak materi dan fana
Kita manusia fana
Untuk mendekatimu,
aku harus merogoh kantong
Mungkin banyak,
Mungkin juga kelewat banyak
Tapi aku?
Duit saja, tanganku masih menarik baju Ibu
Begitu, mau menarikmu?
Omong kosong dengan janji
Aku takut bernazar
aku takut berikrar
aku takut berkomitmen,
jika semuanya tanpa jiwa
Maka aku memilih pelan
Tak ambil pusing
dengan celotehan sosial
Mendekatimu pelan,
membiusmu penuh perhatian
bersama Semesta dan Tuhan
Aku jarang berdoa
tapi sering bercakap-cakap
dengan jiwa
Tunggu waktuku

Salatiga,
7 Juni 2014

Standard

2 thoughts on “Wanita Tanpa Judul

Tinggalkan Balasan ke dapakuti Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *