catatan

Paradoks Hahaha

Makin ke sini, hidup makin kelihatan paradoksnya – tidak cuma hitam-putih dan benar-salah. Ia abu-abu, mejikuhibiniu, ambigu, tidak pasti tapi mewujudnyata setiap waktu.

Paradoks itu seperti beberapa ungkapan ini: Continue reading

Standard
catatan

Bukan Buah Roh Kudus

Kecemburuan adalah buah dari ego. Tapi orang sering gagal mengenalinya.

Di dalam ajaran Kristen, dikenal sembilan sifat dari buah roh kudus: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tapi kesembilannya itu cuma jadi onani otak, selama kecemburuan masih ada. Orang sering gagap mengatasi kecemburuan. Continue reading

Standard
jurnalistik

Meraba-raba Penggusuran di Jakarta

Jika bukan pemerintah, dapatkah anda menggusur rumah orang lain? Jawabannya: bisa saja.

Pada Tropico, anda bisa meratakan pemukiman warga dalam hitungan detik. Tropico adalah permainan komputer simulasi manajemen negara, tata kelola kota, lengkap dengan fitur politik ideologis dan praktis. Sedari pertama main, pemain sudah jadi pemimpin yang disodori tumpukan agenda pembangunan.

Namanya juga simulasi, tentu ada penyederhanaan dari “yang nyata” menjadi “yang maya”. Continue reading

Standard
catatan

Bukan Kopi Obatnya

Ada tertulis pada dinding di kedai kopi anyaran dekat stasiun kereta Kota Udang dan Bandeng. Kira-kira begini tulisnya: “Kita adalah jiwa-jiwa yang kedinginan, sampai kopi datang untuk menghangatkannya.”

Sungguh pernyataan itu bisa ditanyakan ulang: bagaimana mungkin jiwa yang kedinginan bisa dihangatkan dengan kopi? Itupun kalau kopinya nggak dingin. Kalau sudah begitu, jawabannya jelas: tidak mungkin bisa. Continue reading

Standard