FISKOM, Fiskom, atau FISK?

Berdiri tahun 2000, Fiskom era itu bernama FIS (Fakultas Ilmu Sosial) dengan satu program studi strata satu Sosiologi. Berjalan empat tahun, fakultas ini berganti nama menjadi Fisipol (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), seiring dengan peresmian program studi baru: Komunikasi. Lalu, Fisipol diubah lagi pada 2009 menjadi Fiskom (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi).

Selain sejarah, ada yang menarik pengetahuan saya, yaitu penulisan singkatan dan akronim kelembagaan. Setahu saya, antara akronim dengan singkatan itu mutlak beda. Singkatan ialah gabungan huruf depan (dari deretan kata) yang dicetak kapital. Di sini tidak akan membahas jenis singkatan yang lebih luas seperti penggunaan gelar dan singkatan umum. Kontras dengan akronim, singkatan sama sekali tak bisa dieja sebagai sebuah kata. Seperti DPR dan KPU, sebagaimana harus dibaca per huruf-nya.

Di sisi lain, akronim lebih hidup dan tidak kaku. Akronim wujudnya memang singkatan, tetapi berupa gabungan huruf awal dengan suku kata, atau gabungan suku kata, dan terakhir, gabungan huruf awal dicetak kapital (sama seperti singkatan). Uniknya, akronim dapat dilafalkan sebagai kata. Seperti pemilu, pilpres, dan rudal (peluru kendali).

Bagaimana dengan Fiskom? Jika FIS ialah singkatan dari Fakultas Ilmu Sosial, sudah kelihatan mata kalau FIS termasuk akronim, karena tak perlu repot membaca per huruf. Lalu, Fisipol terang-terangan memperlihatkan dirinya sebagai akronim yang notabene gabungan dari huruf depan “Fakultas”, “Ilmu”, “Sosial”, dan suku kata “pol” dari kata “politik.” Begitu juga dengan Fiskom, letak perbedaannya hanya pada embel-embel “komunikasi” saja.

Namun selama ini telah terjadi pemahaman yang keliru. Penulisan akronim gabungan antara huruf depan dengan suku kata, seperti Fisipol dan Fiskom, tak seharusnya tertulis “FISIPOL” atau “FISKOM.” Realitanya? Salah satu contohnya, cek http://www.uksw.edu dan beberapa surat atau nota yang berkenaan dengan Fiskom.

Yang disayangkan adalah karena fakultas ini sebuah lembaga pendidikan, sudah sepatutnya mengikuti kaidah pedoman penggunaan akronim dan singkatan. Sebuah organisasi resmi seperti Fiskom, harusnya menyingkat namanya dengan gabungan huruf kapital, dan tidak dilafalkan sebagai sebuah kata. Seperti UKSW.

Solusi yang ditawarkan tentu saja pengubahan nama dari Fiskom menjadi FISK, singkatan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi. Unsur-unsur “Fakultas”, “Ilmu”, “Sosial”, “Komunikasi”, tercakup semua jadi satu di FISK. Selain itu, tidak perlu boros kata “ilmu” seperti Fiskom.

Alternatif lain, apabila ada “toleransi” dari pihak yang berwenang, harus ditekankan penulisan “Fiskom” di samping penulisan “FISKOM” yang salah.

Mereka yang mengerti baik soal tata bahasa, hal ini penting untuk dibenahi, tetapi jika memang dianggap wagu, selamanya Fiskom juga akan jadi fakultas wagu.

Penulis: Arya Adikristya

Membenci itu mudah. Lebih mudah lagi kalau tidak benci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *