BPMU Jamin Awak Lentera Bebas Sanksi Akademik

Senin (26/10), Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas menyatakan sikapnya terkait pemberedelan majalah “Salatiga Kota Merah” karya LPM Lentera, Fiskom UKSW. Dalam pernyataan sikap ini, BPMU berjanji melindungi hak-hak pengurus Lentera sebagai mahasiswa dalam lingkup akademik.

Malinton Fauly Tampubolon, Ketua Umum BPMU, mengatakan bahwa BPMU secara khusus mengawal Lentera agar pengurusnya tidak mendapat sanksi akademik. “Kami selaku BPMU meminta kepada pihak universitas untuk menjamin mahasiswa agar tidak dikenakan sanksi akademik,” pungkas mahasiswa program studi Sosiologi.

Berbekal payung hukum dari Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa (KUKM) 2011, Malinton menyatakan bahwa majalah Lentera sama sekali tidak melanggar kode etik dan kewajiban mahasiswa yang diatur dalam KUKM. “Bila majalah Lentera dipertentangkan, mestinya karya ini layak untuk didiskusikan secara akademik,” ujar orang nomor satu di tubuh legislatif mahasiswa UKSW periode 2015-2016.

Malinton juga mengatakan bahwa semestinya “Salatiga Kota Merah” layak diapresiasi karena merupakan salah satu produk mahasiswa UKSW. “Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, majalah ini perlu diapresiasi sebagai karya mahasiswa,” ujar Malinton.

Ke depannya, BPMU melalui Komisi D Advokasi akan menghimpun beragam informasi terkait kasus “Salatiga Kota Merah”, untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan. “Jangan asal eksekusi,” ujar Malinton.

Penulis: Arya Adikristya

Membenci itu mudah. Lebih mudah lagi kalau tidak benci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *