Soal Pemukulan, LK FH-Fiskom Sepakat Damai

Masih soal ricuh pendukung final sepak bola POM antara Fiskom dan FH, LK FH mengundang LK Fiskom untuk mediasi di ruang LK FH, Kamis pagi (31/3). Dalam pertemuan itu, selain pimpinan LK Fiskom, hadir juga Frelly Senaen pelaku pemukulan, Jekson Muda mahasiswa pendukung kesebelasan FH, Fachrullah Ijah koordinator pendukung dari Fiskom, dan Glovena Valentine, steering comitee (SC) pendukung kesebelasan Fiskom.

Pertemuan itu tujuannya mengklarifikasi beberapa dugaan, serta pendamaian antara Frelly dengan Mika Perdana Saputra, alumni Fiskom angkatan 2010 yang kena pukul. Namun pada hari itu, Mika tidak datang audiensi.

Selama setengah jam, kedua belah pihak mengklarifikasi beberapa dugaan. Semisal, mulanya ada dugaan bahwa Jekson turun ke lapangan untuk ikutan menyerang, tapi ia menepis dugaan itu. “Justru saya masuk ke lapangan buat melerai,” aku Jekson.

Pertemuan LK Fiskom dan FH, beserta beberapa pihak yang terlibat dalam ricuh final sepakbola POM UKSW. |Dok.scientiarum.com/ Galih Agus
Pertemuan LK Fiskom dan FH, beserta beberapa pihak yang terlibat dalam ricuh final sepakbola POM UKSW. | Dok.scientiarum.com/Galih Agus

Lalu, soal kabar burung pendukung FH hendak membakar kanfak Fiskom, Jekson mengatakan tidak ada niat seperti itu, meski Jekson mengiyakan kalau teman-temannya pergi membeli bensin. “Itu cuma tanggapan joking (bercanda –red) kami atas spanduk pendukung Fiskom. Kami juga mikir, buat apa bakar kanfak?” ungkap Jekson.

Memang, sore kemarin pendukung kesebelasan Fiskom membawa spanduk bertuliskan “Menang Nilai A, Kalah Bakar Kanfak”. Namun, SC pendukung kesebelasan Fiskom mengatakan bahwa spanduk itu ada di luar rencana. “Kalau spanduk, saya tidak tahu sama sekali kalau mereka bawa itu, meskipun saya sudah diserahi tugas untuk tanggung jawab hal-hal seperti itu. Setahu saya, spanduk itu untuk joking aja,” tutur Glovena. (Baca juga: Pertandingan Final POM Cabang Sepak Bola Ricuh)

Fachrul Ijah juga meminta maaf atas kejadian kemarin. Menurut Fachrul, pemicu kericuhan bermula saat kesebelasan Fiskom melesakkan gol ke gawang FH. Salah seorang pendukung Fiskom 2015 lantas turun selebrasi ke lapangan, sambil mengacungkan jari tengah ke pendukung FH. “Saya sudah mewanti-wanti kepada pendukung agar tidak usah ribut,” ujar Fachrul.

Sedangkan Frelly, ia mengakui bahwa dirinya yang memukul Mika karena mabuk dan marah. Namun Frelly kukuh meminta maaf kepada Fiskom dan Mika. “Saya meminta maaf atas tindakan kemarin. Mohon disampaikan permintaan maaf saya, agar masalah ini tidak berkelanjutan,” harap Frelly.

Setelahnya, Thea Lapian, Ketua BPM Fiskom, dan Calvin Satyarahardja, Ketua Senat Mahasiswa Fiskom, juga meminta maaf apabila ada tindakan provokatif dari pendukung Fiskom.  “Maaf kalau ada pendukung Fiskom juga memancing pendukung FH dengan mengacungkan jari tengah,” sesal Thea.

Menutup pertemuan, Allan Bobby Wijaya, Ketua BPM FH, menyayangkan ketidakhadiran Mika untuk berdialog dengan Frelly. Alasan tersebut berdasar pada permintaan Mika akan pertanggungjawaban pemukulan. “Saya berharap ke depannya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Saya akan melindungi teman saya ini dan menuntut kalau terjadi apa-apa,” ujar Allan.

Allan juga mengingatkan bahwa pemukulan ini adalah masalah personal antar mahasiswa, bukan antar fakultas. “Saya mewakili mahasiswa FH meminta maaf kepada Fiskom dan mahasiswa pendukung Fiskom. Untuk hal-hal di luar ranah kemahasiswaan bisa langsung komunikasikan dengan universitas,” tutup Allan.

Catatan redaksi: Scientiarum sudah mencoba menghubungi Mika, tapi belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Perbaiki Citra Melalui Kejuaraan Menembak

Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Salatiga resmi berdiri Sabtu (1/3). Setelah pelantikan Pengcab di Gedung DPRD kota Salatiga, Perbakin Salatiga membuka kejuaraan menembak “Plumpungan Cup 2014” yang bertempat di lapangan SMP Negeri 2 Salatiga.

“Perbakin Salatiga sudah dikukuhkan oleh pengurus daerah Perbakin Semarang. Dulu kami masih ikut Perbakin Ungaran, namun sekarang kami sudah mandiri,” ungkap Yuliartono, ketua panitia sekaligus ketua bidang buru Perbakin Salatiga.

Ajang perebutan Piala Plumpungan membatasi tempat untuk 12 klub lokal dan 8 klub luar Salatiga. Masing-masing klub wajib mengirimkan 5 personilnya. Kejuaraan ini juga menghadirkan beberapa pejabat kota Salatiga untuk berkompetisi, seperti Wali Kota Salatiga, Ketua KONI Salatiga, dan Ketua DPRD kota Salatiga.

Adi Setyarso, Sekretaris Perbakin Salatiga, menegaskan bahwa Perbakin Salatiga ingin memperbaiki citra tembak menembak melalui “Plumpungan Cup 2014”. Menurutnya, masyarakat lokal masih memahami kegiatan tembak menembak sebagai tindakan negatif. Ia menambahkan bahwa Agustus 2014 akan diagendakan acara serupa di Salatiga.

Seorang peserta sedang bersiap mengarahkan senapan anginnya ke sasaran dalam kejuaraan menembak "Plumpungan Cup Tahun 2014" (Foto: Guntur Segara).
Seorang peserta sedang bersiap mengarahkan senapan anginnya ke sasaran dalam kejuaraan menembak “Plumpungan Cup Tahun 2014” (Foto: Guntur Segara).

“Selama ini kami hanya terarah pada kegiatan berburu saja, namun dengan berdirinya Perbakin Salatiga, kami berkeinginan fokus berprestasi pada tingkat lokal maupun nasional,” ujar Adi.

Salah satu peserta dari Batalyon Arhanudse 15 Bhaladika Semarang, Yusuf Wibawa, mengungkapkan manfaat kejuaraan ini sebagai tempat mengasah mental penembak pemula di Salatiga. “Semoga semakin banyak klub yang dibawahi Pengcab dan kedepannya banyak event persahabatan agar mempererat Perbakin sendiri,” terangnya.

Yulianto, Wali Kota Salatiga sekaligus juara pertama untuk kelas menembak senapan gas, mengharapkan kegiatan Perbakin Salatiga kedepannya semakin berkembang dan dapat memeriahkan acara-acara tahunan kota Salatiga.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan memunculkan prestasi-prestasi baru penembak dari Salatiga,” terang Yulianto.